Pages

Senin, 25 April 2016

Sperma Bisa Jadi Obat Jerawat Ampuh

Kandungan gizi yang tinggi dalam air mani dan sperma membuat manfaatnya selalu menarik untuk diteliti, salah satunya untuk kecantikan seperti mengobati jerawat dan membuat wanita awet muda. Benarkah demikian?

Hasil penelitian Johnson dan Everitt dalam bukunya Essential Reproduction (2000) mengungkapkan bahwa air mani berisi kandungan gizi yang tinggi.

Dalam ejakulasi khas (kira-kira satu sendok teh) air mani sudah mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen US AKG kalium, tembaga dan seng.

Selain itu, air mani juga mengandung gula, protein dan asam amino, mineral, vitamin, hormon, asam laktat, urea, asam urat dan nitrogen.

Tingginya kandungan gizi ini membuat air mani dan sperma banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes dan depresi. Penggunaan sperma juga pernah diterapkan untuk sebagai Obat Jerawat , meski sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya.

Metode masker sperma bahkan diketahui telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno (5000 SM), seperti dilansir healthmedicals, Selasa (22/3/2011).

Secara teori, penggunakan masker sperma dinilai cukup masuk akal karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Seperti dilansir Netdoctor, air mani dan sperma banyak mengandung ascorbic acid (vitamin C) dan vitamin B12, yang dapat membantu seseorang tampak lebih muda dan cantik.

Vitamin C mendorong pertumbuhan rantai protein dalam kolagen, yang merupakan bahan utama dalam semua jaringan berserat. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang bisa mendetoksifikasi atau menyingkirkan racun-racun dan pengotor yang ada di permukaan kulit.

Kehadiran vitamin C dalam air mani adalah untuk memastikan bahwa sperma terlindungi dari radikal bebas dan meningkatkan jangka hidup sel sperma.

Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk perawatan jerawat dan anti penuaan dini yang dijual di pasaran. Baca Juga Obat Jerawat Herbal

Sabtu, 10 Oktober 2015

Ejakulasi Dini, Apakah Itu?

Ejakulasi dini merupakan masalah seksual yang dialami oleh pria. Ejakulasi dini adalah kondisi dimana pria mengeluarkan cairan mani, sesaat setelah melakukan penetrasi ke dalam vagina. Hal ini tentu saja, menyebabkan ketidakpuasaan seksual pada pasangannya.

Seorang pria mengalami ejakulasi dini ditandai dengan terjadinya ejakulasi dalam satu menit setelah melakukan penetrasi ke vagina.

Penyebab ejakulasi dini biasanya disebabkan oleh 2 faktor :

1. Faktor psikologis
Beberapa penelitian mengungkapkan, bahwa penyebab utama terjadinya ejakulasi dini disebabkan oleh faktor psikologis. Dimana pria merasa cemas, karena takut tidak dapat memberikan kepuasaan kepada pasangan. Berikut ini adalah beberapa faktor psikologis lain yang dapat menimbulkan terjadinya ejakulasi dini:

• Disfungsi ereksi
Pria merasa cemas untuk dapat mempertahankan ereksi selama hubungan seksual. Hal tersebut justru akan membentuk pola pikir untuk segera ejakulasi.

• Kecemasaan
Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini memiliki masalah dengan kecemasan, selama melakukan hubungan seksual. Baik mengenai kinerja seksual atau hal lainnya.

• Masalah hubungan
Bagi pria, melakukan hubungan seksual akan terasa lebih menyenangkan jika pasangannya pintar bereksplorasi dan memberi kepuasan. Karena itu, bukan tak mungkin, jika saat berhubungan intim dengan A terjadi ejakulasi dini, sedangkan saat berhubungan intim dengan B tidak terjadi ejakulasi dini.

2. Faktor biologis
• Kadar hormon yang abnormal
• Tingkat abnormal kimia pada otak yang disebut dengan neurotransmitter
• Aktivitas refleks yang abnormal dari sistem ejakulasi
• Masalah tiroid tertentu
• Terjadinya peradangan dan infeksi pada prostat atau uretra
• Faktor genetik
• Terjadi kerusakan pada saraf dari operasi atau trauma.

Selain itu, beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko ejakulasi dini, antara lain:

1. Disfungsi ereksi
Risiko ejakulasi dini dapat meningkat, jika Anda konsisten mengalami kesulitan di dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Kondisi tersebut dapat membuat Anda secara sadar menjadi terburu-buru dalam melakukan hubungan seksual.

2. Gangguan kesehatan
Kondisi medis yang serius atau kronis, seperti penyakit jantung akan menimbulkan perasaan cemas saat melakukan hubungan seks. Hal ini secara tidak sadar membuat Anda menjadi terburu-buru untuk melakukan ejakulasi.

3. Stres
Perasaan emosional pada setiap aktivitas yang Anda lakukan memiliki peranan yang cukup besar dalam ejakulasi dini. Oleh karena itu, santai dan fokuslah selama Anda melakukan hubungan seksual.

Karena itu, sebelum Anda mengalami ejakulasi dini sebaiknya lakukan pencegahan, seperti berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Ejakulasi dini juga dapat menimbulkan gangguan hubungan Anda dengan pasangan dan memengaruhi kesuburan. (PR)

Ditinjau oleh: dr. Tri Ari Wibowo

Baca >>> Obat Kuat Ejakulasi Dini